Perjalananku masih tetap berlanjut

Sekitar 2 tahun yang lalu, aku menghadiri Tzu Ching Camp dengan baju putih dan rompi relawan. Saat itu, aku baru saja mengenal apa itu Tzu Chi, siapa itu Master Cheng Yen dan kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh Tzu Chi Indonesia. Tak terpikir bagiku untuk aktif di Tzu Ching, sebuah komunitas mahasiswa yang bernaung di bawah Tzu Chi.

Beberapa bulan yang lalu, aku kembali ke Jing Si PIK bersama teman-temanku untuk mengikuti Tzu Ching Camp umum yang kedua. Tak disangka pada camp umum kedua kalinya,  5 Tzu Ching serta 16 calon Tzu Ching menjadi simbol kontribusi Tzu Ching Bandung. Aku merupakan salah satu dari 5 orang yang berbaju biru muda yang turut membantu panitia-panitia yang telah lama mempersiapkan acara Tzu Ching Camp ini.

2 tahun yang lalu, aku hadir sebagai salah satu anak termuda yang mengikuti camp tersebut. Beberapa hari yang lalu, aku hadir sebagai salah satu figur contoh bagi peserta acara.

2 tahun yang lalu, aku menghadiri Tzu Ching Camp umum sebagai peserta yang tidak tahu apa-apa dan siap menerima segala informasi yang akan diberikan lewat serangkaian acara yang telah disiapkan dengan susah payah oleh panitia. Beberapa bulan yang lalu, aku menghadiri Tzu Ching Camp umum kedua sebagai panitia yang turut berpartisipasi memberi informasi lewat serangkaian acara yang telah disiapkan dengan susah payah. Aku menyadari adanya kesamaan dari 2 kali camp yang telah diadakan meskipun peranan yang dijalankan telah berbeda. Hal tersebut adalah pembelajaran. Jikalau aku dulu belajar bagaimana caranya mengangkut beras, sekarang aku belajar bagaimana caranya mengajarkan orang lain untuk belajar mengangkut beras.

Tidak banyak hal yang kubantu saat aku berada di sana, aku hanya membantu memindahkan galon air, menyediakan tempat tidur bagi para peserta,  memindahkan barang-barang yang dibawa oleh peserta ke ruang tidur mereka masing-masing, dan merubah suasana ruangan (aku tidak tahu bagaimana menyampaikan kegiatan terakhirku ini.) Meskipun tidak banyak hal yang kulakukan, namun teramat banyak hal yang kupelajari saat aku bekerja bersama tim lokoport (logistik, akomodasi, dan transportasi) termasuk saat menunggu perintah yang akan diberikan oleh PIC (Person In Charge) lokoport. Inisiatif, ramah dan rendah hati hanya sebagian kecil nilai yang saya pelajari bersama tim.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s